Panduan Lengkap Untuk ReLEx SMILE Di Singapura
ReLEx SMILE adalah prosedur refraktif laser yang invasif minimal, tanpa flap, dan diakui FDA — ideal untuk orang-orang dengan gaya hidup aktif. Prosedur untuk kedua mata membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
ReLEx SMILE adalah salah satu dari 3 jenis prosedur refraktif laser (laser vision correction) yang tersedia di Singapura saat ini, yang memperbaiki kelainan refraksi seperti rabun jauh dan astigmatisma. Kedua prosedur lainnya adalah LASIK dan Advanced Surface Ablation (termasuk PRK, Epi-LASIK, LASEK, TransPRK).
ReLEx SMILE merupakan singkatan dari Refractive Lenticule Extraction – Small Incision Lenticule Extraction, yang invasif minimal, tanpa flap, diakui oleh FDA, dan ideal untuk orang-orang dengan pekerjaan dan gaya hidup aktif. Ini adalah prosedur rawat jalan yang membutuhkan waktu 30 menit untuk melakukannya pada kedua mata.
Jika Anda ingin bebas dari ketidaknyamanan membawa dan memakai kacamata atau lensa kontak sepanjang waktu, ReLEx SMILE mungkin merupakan prosedur yang layak. Anda tidak perlu lagi memakai lensa kontak dengan risiko infeksi mata, berkutat dengan kacamata yang tidak nyaman, atau beralih ke lensa kontak untuk pekerjaan atau hobi Anda.
Bukankah ReLEx SMILE Adalah LASIK?
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ReLEx SMILE adalah prosedur refraktif laser, sama seperti LASIK. Jadi, ReLEx SMILE bukanlah LASIK. Miskonsepsi ini muncul saat orang-orang mulai menyamakan istilah LASIK dengan operasi refraktif laser (laser vision correction), mungkin karena LASIK adalah prosedur refraktif laser yang paling umum dilakukan. Untuk menghindari kebingungan, istilah operasi refraktif laser dan LASIK tidak disamakan dalam artikel ini. Satu-satunya perkecualian adalah bagian terakhir – Pertanyaan Umum – di mana LASIK digunakan sebagai istilah umum untuk ketiga prosedur tersebut.
Sejarah Dan Perkembangan
Awal mula ReLEx SMILE dapat dilacak kembali ke pengenalan laser femtosecond ZEISS VisuMax pada tahun 2006. Ini adalah sistem laser yang memastikan reproduktifitas dan prediktabilitas, menjadikannya platform yang ideal untuk berbagai penerapan operasi kornea, termasuk ReLEx SMILE.
Prosedur ReLEx SMILE yang pertama dilakukan oleh Walter Sekundo, dokter mata pemenang penghargaan, pada tahun 2007. Dengan kelembutan dan kecepatannya, prosedur ini secara resmi diluncurkan 4 tahun kemudian secara global. Di AS, ReLEx SMILE diluncurkan pada tahun 2017, setelah diakui FDA – dengan standar regulasi dan keselamatan yang ketat.
Rentang Perbaikan
Prosedur ReLEx SMILE mampu memperbaiki:
Rentang Perawatan
- Miopi (rabun jauh) dengan rentang 100 hingga 1.000 derajat
- Astigmatisma hingga 350 derajat
Kesesuaian
Meskipun ReLEx SMILE adalah solusi yang bagus untuk orang-orang yang ingin bebas dari kacamata dan lensa kontak, tidak semua orang cocok. Alasan utama mengapa beberapa orang mungkin tidak cocok untuk prosedur ini adalah sebagai berikut:
Tidak Cocok Untuk ReLEx SMILE:
- Berusia di bawah 18 tahun karena preskripsi mata mungkin belum stabil (dibutuhkan juga izin orang tua jika Anda berusia di bawah 21 tahun)
- Preskripsi mata di luar rentang perawatan yang disebutkan sebelumnya
- Preskripsi mata yang tidak stabil selama 12 bulan terakhir
- Kondisi mata seperti katarak dan glaukoma
- Kesehatan kurang baik
- Memiliki rabun dekat atau hanya astigmatisma (tanpa rabun jauh sama sekali)
- Sedang hamil / menyusui
- Kornea terlalu tipis, kornea tidak beraturan (keratoconus)
- Sindrom mata kering yang parah (lihat bagian selanjutnya)
Anda Mungkin Cocok Jika:
- Berusia 18 tahun ke atas
- Miopi 100 hingga 1.000 derajat
- Astigmatisma hingga 350 derajat (harus disertai rabun jauh)
- Preskripsi stabil selama 12 bulan terakhir
- Tidak sedang hamil atau menyusui
- Gaya hidup aktif atau pekerjaan berisiko trauma pada mata/kepala

Sindrom Mata Kering
Bagi sebagian besar orang yang memiliki sindrom mata kering, kondisi mereka cukup ringan untuk melakukan operasi ReLEx SMILE. Selagi memeriksa pasien dengan sindrom mata kering, kami melihat tingkat keparahannya dan apakah kondisi tersebut dapat dicabuntukan.
Dibandingkan dengan LASIK, risiko sindrom mata kering selepas ReLEx SMILE lebih rendah. Mungkin ada peningkatan kekeringan sementara, tetapi bagi sebagian besar pasien, kondisi ini akan berkurang dalam 3 bulan setelah prosedur. Namun, beberapa orang dapat mengalami peningkatan kekeringan hingga 6 bulan, sementara sedikit dari mereka – kurang dari 1% – mungkin mengalami gejala ini hingga 12 bulan atau lebih.
Jika Anda menderita mata kering, pastikan kondisi tersebut telah didiagnosa dan diobati dengan tepat sebelum menjalani prosedur ReLEx SMILE. Ikuti petunjuk dokter dan terus jalani pengobatan, agar gejala tidak kembali muncul. Tetap gunakan tetes mata pelembap sesuai resep, meskipun Anda merasa tidak membutuhkannya, karena gejala bisa kambuh.
Fitur-Fitur Utama Dari ReLEx SMILE
1. Operasi Minimal Invasif
Dalam prosedur LASIK, flap sepinggir 22mm secara melingkar dibuat di permukaan kornea. Namun, prosedur ReLEx SMILE tidak melibatkan flap. Alih-alih, sayatan kecil berukuran 2-4mm dibuat, sehingga prosedurnya invasif minimal. Prosedur ini dimulai dengan laser yang membuat potongan lenticule (sepotong jaringan kornea yang berbentuk cakram) di bawah permukaan kornea. Kemudian, laser yang sama membuat sayatan kecil agar lenticule dapat disingkirkan melalui sayatan tersebut. Setelah disingkirkan, kornea berubah bentuk sehingga memperbaiki penglihatan Anda.
2. Prediktabilitas Yang Lebih Baik
Prosedur ReLEx SMILE memanfaatkan laser femtosecond VisuMax dari ZEISS, yang memberikan hasil dengan prediktabilitas. Laser ini membuat lenticule yang telah ditentukan dan sayatan yang sangat dekat dengan sasaran perbaikan. Karena akurasi laser ini, prosedur ReLEx SMILE dapat digunakan untuk perbaikan berbagai rentang kelainan refraksi, mulai dari derajat rabun jauh dan astigmatisma yang rendah hingga tinggi.
3. Sistem Laser Tunggal
Sementara LASIK menggunakan 2 laser yang berbeda dan mewajibkan pasien untuk dipindahkan dari satu mesin laser ke lainnya, ReLEx SMILE hanya menggunakan satu sistem laser.
4. Mempertahankan Integritas Lapisan Kornea Atas
Dalam prosedur ReLEx SMILE, sebagian besar lapisan kornea atas tetap utuh, sehingga mempertahankan stabilitas biomekanik mata. Saat membuat sayatan kecil, defleksi lamelar minimal, sehingga perbaikan refraktif berada dalam sasaran yang diinginkan.
5. Kelebihan Prosedur Tanpa Flap
Karena tidak melibatkan flap, bagian atas kornea hampir tak tersentuh dalam prosedur ReLEx SMILE, sehingga mengurangi pemotongan saraf kornea. Prosedur ini telah terbukti dapat mempertahankan sensitivitas kornea, memulihkan saraf dengan cepat, dan mengurangi kemungkinan sindrom mata kering sementara. Karena tidak ada risiko gangguan flap, ReLEx SMILE mungkin merupakan prosedur yang cocok jika Anda melakukan olahraga kontak atau jika pekerjaan Anda berisiko menimbulkan trauma pada mata atau kepala.
6. Pengurusan Pascaoperasi Yang Lebih Mudah
Karena prediktabilitas hasil refraksi, kebutuhan perawatan ulang atau peningkatan lebih rendah. Selain itu, prosedur ReLEx SMILE mengurangi kemungkinan infeksi dan pertumbuhan epitel ke dalam, sehingga mendorong penyembuhan yang cepat.
7. Batasan ReLEx SMILE
Perhatikan bahwa ReLEx SMILE tidak dapat mengatasi rabun dekat atau orang yang hanya memiliki astigmatisma. Selain itu, perawatan ulang untuk memperbaiki sisa kelainan refraksi membutuhkan peralihan ke prosedur LASIK atau PRK.
LASIK Dan Advanced Surface Ablation (Asa)
Selain ReLEx SMILE, kedua prosedur refraktif laser lainnya adalah Advanced Surface Ablation (ASA) dan LASIK.
Advanced Surface Ablation (Asa)
ASA adalah prosedur 'berbasis permukaan, tanpa flap, tanpa sayatan' yang dikembangkan pada tahun 1980-an. Prosedur ini mencakup PRK, Epi-LASIK, LASEK, dan TransPRK.
ASA dapat disarankan jika Anda memiliki kelainan refraksi rendah, kornea lebih tipis, atau pekerjaan dan gaya hidup yang aktif (karena tanpa flap). Prosedur ini juga direkomendasikan jika Anda khawatir dengan mata kering akibat prosedur, masalah terkait flap akibat LASIK seperti flap terganggu, dan Ektasia Kornea.
Prosedur ASA dimulai dengan menyingkirkan sel-sel epitel di permukaan kornea. Kemudian, laser digunakan untuk mengubah bentuk kornea guna memperbaiki kelainan refraksi. Lensa kontak perban ditempatkan di atas kornea agar lapisan epitel pulih dalam beberapa hari.
Anda akan memerlukan obat mata selama beberapa minggu hingga bulan. Diperlukan waktu istirahat 5-7 hari untuk kembali ke aktivitas biasa. Dibandingkan LASIK dan ReLEx SMILE, penglihatan Anda biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk stabil sepenuhnya.
LASIK
LASIK – Laser-Assisted In Situ Keratomileusis – adalah prosedur laser vision correction yang lebih umum dilakukan di seluruh dunia dan Singapura.
LASIK efektif, terutama untuk miopi tingkat tinggi, hanya butuh hitungan menit untuk dilakukan, serta pemulihannya cepat dan nyaman.
LASIK lebih baik dari ASA dalam hal kenyamanan dan waktu pemulihan. Meskipun prosedur ini melibatkan pembuatan flap kornea selama operasi, komplikasi jarang terjadi.
LASIK melibatkan pembuatan flap melingkar setipis 22 mm di permukaan kornea menggunakan laser femtosecond. Kemudian, flap ini dilipat sehingga laser kedua (laser excimer) dapat secara akurat mengubah bentuk kornea untuk memperbaiki kelainan refraksi. Terakhir, flap diposisikan kembali agar melekat dan sembuh.
Karena prosedur ini melibatkan flap, dampak eksternal dapat mengganggunya, meskipun sangat jarang terjadi. Komplikasi langka lainnya adalah Ektasia Kornea (lihat bagian Collagen Cross-Linking di Pertanyaan Umum).
Pemeriksaan Pra-Laser
Daftarlah pemeriksaan pra-laser jika Anda ingin melakukan prosedur ReLEx SMILE. Pemeriksaan selama 3 jam ini terdiri dari serangkaian tes mata yang lengkap, yang biasanya termasuk pelebaran pupil dan konsultasi dengan dokter mata.
Anda harus berhenti memakai lensa kontak lunak setidaknya 3 hari sebelum pemeriksaan, atau setidaknya 14 hari sebelumnya jika Anda memakai lensa kontak kaku. Beberapa tes yang dilakukan akan menentukan ketebalan dan bentuk kornea, tekanan mata, ketajaman penglihatan, kelainan refraksi, dan sebagainya.
Anda akan diberikan tetes mata untuk melebarkan pupil. Penglihatan jarak jauh tidak terpengaruh, tetapi Anda mungkin perlu melepas kacamata untuk melihat benda dekat dan mungkin sensitif terhadap cahaya terang. Efek ini biasanya berlangsung selama 4-6 jam. Sebaiknya bawa kacamata hitam pada hari pemeriksaan.

Apakah ReLEx SMILE Adalah Pilihan Terbaik Saya?
Setelah menyelesaikan pemeriksaan pra-laser, dokter mata Anda akan membagikan hasilnya dan membicarakan apakah ReLEx SMILE adalah pilihan terbaik untuk Anda. Kesesuaiannya bergantung pada kondisi mata, pekerjaan, dan gaya hidup Anda:
Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran, gunakan sesi konsultasi untuk mendiskusikannya bersama dokter mata Anda.
Efek Samping
Setelah melakukan prosedur ReLEx SMILE, Anda mungkin mengalami beberapa efek samping sementara selama beberapa hari atau minggu:
⚠️ Efek Samping Sementara
Jika terjadi kelebihan atau kekurangan perbaikan dengan rentang +/-0,75 atau lebih (kurang dari 2-5% kasus), Anda dapat melakukan perawatan ulang 3 bulan setelah prosedur, atau saat kelainan refraksi Anda telah stabil.
Perbandingan Kelebihan
Inilah ringkasan kelebihan untuk ketiga prosedur refraktif laser:
ReLEx SMILE
- Invasif minimal dan tidak ada risiko komplikasi flap karena tanpa flap
- Risiko infeksi lebih rendah karena sayatan kecil
- Pemulihan cepat dan nyaman
- Kasus mata kering lebih jarang terjadi dibandingkan dengan LASIK
- Cocok jika pekerjaan atau kegiatan olahraga Anda berisiko menimbulkan trauma pada mata atau kepala
- Dapat mengatasi berbagai rentang kelainan refraksi
LASIK
- Waktu pemulihan cepat
- Pemulihan pascaoperasi yang nyaman
- Perawatan ulang lebih mudah
- Dapat mengatasi berbagai rentang kelainan refraksi
Advanced Surface Ablation (PRK, epi-LASIK, LASEK, Transprk)
- Tidak ada risiko komplikasi flap (tanpa flap)
- Kasus sindrom mata kering pascaoperasi lebih jarang terjadi
- Cocok jika gaya hidup Anda aktif, seperti menyertai olahraga kontak
- Ideal jika Anda memiliki kornea yang lebih tipis
- Dapat mengatasi berbagai rentang kelainan refraksi, termasuk preskripsi mata yang sangat rendah
- Risiko Ektasia Kornea lebih rendah
Perbandingan Kekurangan
Inilah ringkasan kekurangan untuk ketiga prosedur refraktif laser:
ReLEx SMILE
- Tidak cocok untuk miopi yang sangat rendah
- Tidak disarankan untuk orang yang hanya memiliki astigmatisma
- Tidak dapat merawat rabun dekat (hipermetropi)
LASIK
- Kemungkinan komplikasi terkait flap, meskipun jarang terjadi
- Kasus mata kering pascaoperasi lebih tinggi
Advanced Surface Ablation (PRK, epi-LASIK, LASEK, Transprk)
- Waktu pemulihan paling lama
- Kurang nyaman
Biaya ReLEx SMILE Di Singapura
Karena ada banyak faktor tidak tetap yang menentukan, sulit membuat perbandingan langsung antara berbagai paket yang ditawarkan klinik dan rumah sakit untuk ReLEx SMILE. Perbedaan biaya paket biasanya dikarenakan hal berikut:
Untuk menghindari biaya tersembunyi atau tambahan yang tidak diperlukan, perhatikan dengan cermat layanan yang ditawarkan. Jika mungkin, Anda bisa mengunjungi beberapa rumah sakit dan klinik untuk mendapatkan perbandingan perkiraan biayanya.
Medisave & Asuransi
Prosedur refraktif laser dianggap sebagai prosedur pilihan. Karena itu, Anda tidak dapat menggunakan MediSave untuk ReLEx SMILE. Namun, ada perkecualian: Anda dapat menggunakan MediSave jika ada perbedaan preskripsi setidaknya 300 derajat antara kedua mata DAN jika Anda secara medis tidak dapat menggunakan kacamata maupun lensa kontak.
Sementara itu, rencana asuransi umumnya tidak mencakup prosedur refraktif laser. Namun, beberapa polis dengan premi lebih tinggi mungkin mencakupnya. Selain itu, beberapa perusahaan menyertakannya sebagai manfaat pekerja. Sila pastikan dengan penyedia asuransi atau perusahaan Anda.
Memilih Dokter Bedah Yang Tepat
Saat menentukan dokter yang harus Anda berkonsultasi untuk operasi, pertimbangkan beberapa hal berikut:
Pada akhirnya, Anda harus memilih dokter mata dan pusat mata yang membuat Anda nyaman. Penglihatan Anda sangat berharga dan kami mendorong Anda untuk melakukan yang terbaik demi memastikan hasil operasi yang optimal.
Pertanyaan Umum
Saat LASIK pertama kali diperkenalkan, pasien biasanya melakukan operasi 1 mata dalam satu waktu. Penyebabnya adalah: (1) Risiko infeksi pada kedua mata – dengan hanya merawat 1 mata, risikonya akan terbatas pada 1 mata. (2) Akurasi laser tidak seakurat saat ini – melakukan prosedur untuk mata kedua di waktu selanjutnya memungkinkan pertimbangan ketidakakuratan pada mata pertama dan melakukan penyesuaian yang lebih baik untuk mata kedua.
Karena kedua hal ini tidak lagi menjadi kekhawatiran saat ini, sebagian besar prosedur LASIK dilakukan pada kedua mata secara bersamaan, sehingga meminimalkan waktu pemulihan. Namun, jika Anda ingin menjalani operasi satu mata pada satu waktu, dokter Anda biasanya bersedia mengikuti preferensi Anda.
Collagen Cross-Linking (CXL) adalah prosedur tambahan setelah prosedur LASIK, yang dilakukan dalam sesi yang sama, dengan tujuan memperkuat mata untuk: mengurangi risiko Ektasia Kornea (komplikasi langka di mana kornea kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan bentuk sehingga mengurangi kemampuan penglihatan), membuat hasil laser tahan lebih lama, dan meminimalkan kemungkinan perawatan ulang setelah prosedur pertama.
Proses ini terdiri dari pemberian tetes vitamin B2 ke mata selama perawatan laser. Lalu, sinar UV diarahkan ke mata Anda selama sekitar 1 menit, untuk menggiatkan perikatan silang serat kolagen di kornea dan memperkuatnya. CXL hanya menambahkan sekitar 5 menit ke prosedur keseluruhan.
Tidak ada jawaban langsung apakah CXL diperlukan, karena hanya dapat diduga apakah mata akan mengalami regresi setelah operasi. Namun, penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dengan preskripsi tinggi lebih rentan terhadap regresi. Dengan CXL, kemungkinan Ektasia Kornea dan regresi di kemudian hari atau bertahun-tahun setelah LASIK dapat dikurangi.
Sama seperti persiapan untuk pemeriksaan pra-LASIK, hentikan penggunaan lensa kontak lunak setidaknya 3 hari sebelum operasi, dan lensa kontak keras setidaknya 14 hari sebelum operasi.
Jika Anda ingin melakukan Collagen Cross-Linking selain prosedur operasi, jangan minum vitamin C dalam jumlah besar 1 minggu sebelum operasi. Anda tetap boleh makan sedikit buah-buahan dan sayuran yang mengandung vitamin C.
Perkiraan total waktu operasi adalah sekitar 2 jam di rumah sakit atau klinik, dengan prosedurnya sendiri membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk 2 mata.
Penglihatan Anda akan kabur selama 6 jam pertama, jadi lebih baik jika ada yang menemani Anda pulang setelah prosedur. Jika tidak, Anda masih dapat pulang sendiri dengan taksi.
Ikuti semua petunjuk medis dengan disiplin. Anda juga akan diberikan pelindung mata untuk digunakan saat tidur selama seminggu pertama agar Anda tidak menggosok mata secara tidak sengaja.
Anda harus kembali untuk pemeriksaan setelah operasi. Jadwalnya pada umum adalah sebagai berikut: LASIK/ReLEx SMILE: 1 hari, 1 minggu, dan 1 bulan pascaoperasi. Bergantung pada pemulihan Anda, dokter mata mungkin memeriksa kondisi Anda pada bulan ke-6 dan 1 tahun. ASA: 1 hari, 3 hari, 1 minggu, dan 1 bulan pascaoperasi. Bergantung pada pemulihan Anda, mungkin diperlukan pemeriksaan setelah 1, 2, 3, dan 6 bulan, serta 1 tahun.
Dari ketiga prosedur, LASIK dan ReLEx SMILE memiliki waktu pemulihan tercepat, diikuti oleh ASA. Kebanyakan pasien LASIK dan ReLEx SMILE dapat melanjutkan kerja atau sekolah setelah beristirahat selama 3 hari, meskipun beberapa pasien kembali bekerja keesokan harinya. Untuk pasien ASA, biasanya membutuhkan waktu 5-7 hari.
Ikuti saran-saran ini setelah operasi untuk memastikan hasil terbaik: 12 jam — hindari membaca, bekerja dengan komputer, atau menonton TV dalam jangka waktu lama. 24 jam — jangan berkendara atau mengoperasikan alat berat. 1 minggu — jangan menggunakan kosmetik mata. 1 minggu — hindari tempat-tempat yang berasap dan berdebu. 1 minggu — hindari air masuk ke mata saat mencuci muka/mandi. 1 bulan — hindari berenang, bak air panas, sauna, mandi air panas, dan hot yoga. 1 bulan — hindari olahraga kontak dan gunakan ikat kepala olahraga untuk mencegah keringat masuk ke mata.
Penelitian telah menunjukkan bahwa lebih dari 95% pasien tetap memiliki penglihatan yang baik bertahun-tahun setelah menjalani prosedur. Namun, beberapa pasien (hingga 6%) mungkin membutuhkan prosedur lagi untuk rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisma dalam 10 tahun setelah operasi.
Jika Anda terkena Katarak, Glaukoma, dan Degenerasi Makula (penyakit mata yang umumnya terjadi karena penuaan), Anda masih dapat melakukan operasi untuk mengatasinya.
Jika Anda senang memakai lensa mata kosmetik dan lensa kontak berwarna karena alasan estetika, Anda masih boleh melakukannya, tetapi setidaknya 1-3 bulan setelah operasi. Namun, karena perubahan bentuk kornea akibat operasi, lensa kontak Anda mungkin tidak terpasang sebaik sebelumnya dan mudah terlepas, terutama jika mata Anda kering.
Untuk mencegah hal ini terjadi, Anda harus berkonsultasi optometris untuk meresepkan lensa kontak yang bentuknya lebih sesuai dengan kornea Anda.
Saat menentukan dokter yang harus Anda berkonsultasi untuk operasi, pertimbangkan beberapa hal berikut: kemampuan dokter untuk memahami kebutuhan Anda dan memberikan konsultasi yang tidak memihak; transparansi biaya yang tidak mengandung biaya tersembunyi, tanpa hard-selling atau upselling; kepercayaan dan pengalaman dokter mata dan pusat mata; persentase pasien yang membutuhkan perawatan lagi setelah operasi; teknologi laser yang dipakai oleh pusat mata; ketersediaan pilihan perawatan yang lengkap untuk memungkinkan perawatan yang disesuaikan; dan layanan yang disediakan oleh pusat mata.
Pada akhirnya, Anda harus memilih dokter mata dan pusat mata yang membuat Anda nyaman. Penglihatan Anda sangat berharga dan kami mendorong Anda untuk melakukan yang terbaik demi memastikan hasil operasi yang optimal.
DR DAVID CHAN
Konsultan Senior Dokter Bedah Mata & Direktur Medis
MB ChB (UK), M Med, FAMS, MRCS (Edin), FRCS (Edin)
Dr. David Chan adalah Direktur Medis dan Konsultan Senior Dokter Bedah Mata di Atlas Eye Specialist Centre. Sebagai dokter spesialis mata, beliau berspesialisasi dalam operasi katarak kompleks, operasi segmen anterior, dan bedah refraktif. Perawatan yang ditanganinya mencakup operasi katarak berisiko tinggi, penggantian atau penukaran lensa, penyangga kapsul lensa, perbaikan iris, koreksi penglihatan laser (ReLEx SMILE/LASIK), kolagen cross-linking, lensa kontak implan, dan pertukaran lensa refraktif.